Kimia Medisinal 4

Materi pertemuan keempat Kimia Medisinal " Sifat Fisikokimia Obat Hidroklortiazide"

Hidroklorotiazid adalah obat diuretik yang sering digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi dan pembengkakan karena penimbunan cairan. Hidroklortiazid memiliki bentuk berupa serbuk hablur, putih atau hampir putih, tidak berbau, dan rasanya yg agak pahit. Kelarutannya praktis tidak larut dalam air, dalam kloroform dan dalam eter, dan dia bersifat larut dalam 200 bagian etanol (sebanyak 95%) dan dalam 20 bagian aseton serta larut dalam alkali hidroksida. Mekanisme kerja dari hidroklortiazid ialah dengan cara menghambat reabsorpsi natrium pada bagian awal tubulus distal, yang dapat menyebabkan naiknya ekskresi natrium dan air, serta ion kalium dan hidrogen. HCT memiliki Bioavailabilitas sebesar 15% dan proses ekskresiny melalui saluran kemih secara utuh

Beberapa sifat fisika kimia dapat mempengaruhi aktivitas biologis obat karena dapat mempengaruhi distribusi obat dalam tubuh. Sifat fisika kimia tersebut adalah:

  1. Kelarutan 
  2. pKa
  3. Koefisien Partisi
Berikut link Youtube dari penjelasan materi:

Komentar

  1. apa yang terjadi jika obat itu terlalu asam ataupun basa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wilda Vionita Putri18 Maret 2023 pukul 10.30

      Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH, darah akan benar-benar menjadi asam. Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida. Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih. Tetapi kedua mekanisme tersebut bisa terlampaui jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat dan berakhir dengan keadaan koma. Sedangkan jika suatu obat itu memiliki sifat basa yang kuat maka akan berisiko untuk terjadinya alkalosis dimana penyakit ini terjadi karena tubuh kehilangan terlalu banyak senyawa asam atau mengalami peningkatan basa secara berlebih. Faktor pemicu terjadinya alkalosis metabolik sendiri yaitu akibat mengkonsumsi obat-obatan tertentu tanpa anjuran dokter, seperti obat diuretik, aspirin, dan antasida.

      Derajat keasaman (pH) darah manusia sendiri normalnya berkisar antara 7.35 hingga 7.45. dimana pada ph tersebut tubuh kita mampu mempertahankan keseimbangan asam dan basa agar proses metabolisme dan fungsi organ dapat berjalan optimal. Sehingga dalam kadar asam dan basa suatu obat harus disesuaikan dengan ph tubuh tidak boleh terlalu tinggi atau rendah

      Hapus
  2. bagaimana cara mengetahui nilai pKa obat hidroklortiazide?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wilda Vionita Putri18 Maret 2023 pukul 10.31

      Nilai pKa senyawa dapat ditentukan dengan metode titrasi asam basa, titrasi potensiometri, atau metode spektrofotometri. Penentuan pKa dengan metode spektrofotometri dapat dilakukan dengan penentuan secara langsung rasio dari bentuk molekuler terhadap spesies ionik menggunakan larutan dapar yang nilai pH nya sudah diukur. nah maka dari itu, perlu dibuat spektrum bentuk molekuler dan bentuk ionik dari suatu senyawa dengan cara mengatur pH dapar agar seluruh senyawa dalam bentuk molekuler atau seluruhnya berada dalam bentuk ionik.
      Kemudian spektrhm yang dihasilkan dipilih pada panjang gelombang dengan perbedaan serapan yang bernilai paling besar antara serapan bentuk molekuler dan bentuk ioniknya, yang disebut sebagai panjang gelombang analitik. Pada λ analitik, serapan larutan senyawa pada berbagai pH diamati untuk menentukan nilai pKa nya. Nilai pKa yang paling baik dapat ditentukan menggunakan 7 larutan dalam pH yang berbeda.

      Untuk Hidroklortiazid sendiri merupakan diuretik golongan tiazid dengan nilai pKa 9,3

      Hapus
  3. hidrotopi merupakan metode yang di gunakan untuk meningkatkan kelarutan suatu obat, berapa nilai kelarutan suatu obat yang baik itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wilda Vionita Putri18 Maret 2023 pukul 10.32

      Kelarutan merupakan salah satu sifat yang memiliki peran penting dalam memprediksi sifat adsorbs obat dalam saluran cerna. Obat-obatan dengan tingkat kelarutan yang kecil dalam air tandanya memiliki kecepatan disolusi serta ketersediaan hayati yang rendah, di mana hal tersebut menjadi tahap penentu pada proses adsorbsi obat.

      Jadi kelarutan sendiri merupakan salah satu sifat yang memiliki peran penting dalam memprediksi sifat adsorbs obat dalam saluran cerna. Obat-obatan dengan tingkat kelarutan yang kecil dalam air tandanya memiliki kecepatan disolusi serta ketersediaan hayati yang rendah, dan menjadi tahap penentu pada proses adsorbsi obat. Lalu perlu diketahui, kelarutan juga memegang peran penting dalam bioaktivasi. Banyak obat khususnya yang memiliki standar tertutup memiliki kelarutan yang besar dalam lipid yang menunjukkan bioaktivitas dengan nilai yang besar. Saat ini hanya 80% dari obat baru yang memiliki kelarutan dan permeabilitas yang tinggi. sehingga dalam pengembang kan suatu obat perlu dilakukan peningkatan kelarutan dari obat tsb. Hampir 40% dari senyawa kimia baru memiliki kelarutan yang cukup buruk dalam air.

      Umumnya, obat-obatan dengan tingkat kelarutan rendah akan memiliki permeabilitas yang baik sehingga sering digolongkan dalam kelas II menurut Biopharmaceutics Classification System (BCS). Efek negative dari obat yang memiliki kelarutan yang rendah yaitu penyerapan buruk, efektivitas obat menjadi berkurang, dan dosis pemberiannya juga akan semakin tinggi. sehingga untuk meningkatkan kelarutannya ditambahkan lah suatu zat berupa surfaktan

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 15

Metode Farmakologi 6