Kimia Medisinal 6
Materi pertemuan keenam Kimia Medisinal, "Hubungan Struktur & Sifat Fisika Kimia dengan Aktivitas Biologis Suatu Turunan Obat"
Hubungan antara struktur aktivitas biologis tersebut dinyatakan secara matematis, sehingga sering disebut sebagai Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA) atau Quantitative Structure-Activity Relationship (QSAR). Asumsi mendasar dari HKSA adalah bahwa terdapat hubungan kuantitatif antara sifat mikroskopis (struktur molekul) dan sifat makroskopis/empiris (aktivitas biologis) dari suatu molekul. Istilah struktur tidak hanya terbatas pada pengertian pengaturan ruang dan hubungan antar atom dan molekul, tetapi juga sifat fisika dan sifat kimia yang melekat pada susunan tersebut.
Senyawa-senyawa yang menjadi tren dalam perkembangan ilmu farmasi akhir-akhir ini, antara lain adalah senyawa-senyawa inhibitor glutation S- transferase (GST). Hal ini terkait dengan sifat GST sebagai enzim multifungsional yang memainkan peranan penting dalam detoksifikasi senyawa- senyawa elektrofilik, efektivitas senyawa antikanker dan proses inflamasi
Berikut link Youtube dari penjelasan materi :
https://youtu.be/DwigZ2wJtNc
Dikatakan penelitian ini menggunakan metode HKSA.
BalasHapusBagaimana dengan metode lain, apakah ada dan dapat digunakan untuk penelitian obat naru?
Berbagai metode dapat digunakan dalam tahap awal penemuan obat rasional seperti: 1)
Hapuspenambatan molekuler (molecular docking), 2) dinamika molekuler (molecular dynamics, MD) 3) pemodelan farmakofor (pharmacophore
modeling), dan 4) artificial intelligence (Al).
Metode artificial intelligence sangat bergantung pada ekstraksi fitur-fitur pada suatu senyawa
kimia seperti sidik jari (fingerpint) ataupun
deskriptor. Sedangkan pada tahap optimisasi melibatkan proses pengembangan hit menjadi lead menggunakan sintesis kimia organik. Tahap terakhir yaitu tahap pengembangan merupakan
tahap proses penemuan obat rasional yang
melibatkan uji in vivo seperti uji praklinik maupun uji klinik.