Kimia Medisinal 13
Materi pertemuan ke- tigabelas Kimia Medisinal, “ hubungan struktur dan kelarutan dengan aktivitas obat”
kelarutan dikenal sebagai sifat kritis dalam pengembangan obat. dimana kelarutan yang buruk akan menyebabkan kesulitan dalam kinerja pengujian untuk dapat memperoleh formulasi oral secara invivo, dan untuk menentukan bioavailabilitas obat. Di sisi lain, kelarutan yang tinggi dapat menyebabkan permeabilitas sel yang buruk dan ekskresi yang cepat.
Kelarutan yang buruk adalah masalah umum dalam proses penemuan suatu obat, karena senyawa yang hidrofobik akan mengikat protein target dengan baik untuk melindungi gugus hidrofobiknya dari lingkungan berair. cara yang paling dapat digunakan untuk meningkatkan potensi kelarutan suatu senyawa adalah dengan menambahkan substituen hidrofobik yang mengisi daerah hidrofobik di lokasi pengikatan target. protein target dengan tempat pengikatan yang sangat hidrofobik sangat rentan terhadap desain inhibitor dengan kelarutan yang buruk.
Berikut link Youtube dari penjelasan materi :
Disebutkan didalam vidio bahwa kelarutan yang tinggi dapat menyebabkan permeabilitas yang buruk sedangkan kelarutan yang buruk dapat menyebabkan kesulitan dalam kinerja pengujian. Jadi bagaimana kah kelarutan yang baik untuk suatu sediaan ?
BalasHapusObat dapat dikatakan memiliki kelarutan yang tinggi apabila dapat larut pada 250mL media air dan pH 1-6,8. Obat yang memiliki kelarutan yang rendah masuk dalam BCS (Biopharmaceutic Classification System) kelas II dan IV. Perbedaan dari keduanya terletak pada tingkat permeabilitas, dimana BCS kelas II memiliki tingkat permeabilitas yang tinggi. Maka dari itu obat yang termasuk pada BCS kelas II hanya perlu di modifikasi kelarutanya untuk mencapai efek terapi yang di inginkan.
HapusKelarutan merupakan salah satu masalah umum yang sering dijumpai dalam bidang farmasi. Kelarutan obat akan berkoorelasi dengan laju penyerapan obat agar di absorpsi dan menghasilkan efek terapeutik. Selain itu kelarutan juga menentukan disposisi obat dalam tubuh. Obat dengan kelarutan rendah (lipofilik) akan terikat dengan protein plasma, terdistribusi cepat dan di metabolisme oleh hati. Sebaliknya, obat dengan kelarutan tinggi (hifrofilik) akan terdistribusi secara terbatas dan di metabolisme oleh ginjal dan sangat mempengaruhi farmakokinetik obat
Didalam vidio diperlihatkan adanya berbagai macam perbedaan peningkatan kelarutan dari beberapa senyawa, apa penyebab dari perbedaan peningkatan kelarutan senyawa-senyawa tersebut?
BalasHapusKelarutan merupakan keadaan suatu senyawa baik padat, cair, ataupun gas yang terlarut dalam padatan, cairan, atau gas yang akan membentuk larutan homogen. Kelarutan tersebut bergantung pada pelarut yang digunakan serta suhu dan tekanan
Hapus